Dalam perkembangannya perjalanan Batik Indonesia merupakan hasil karya seni yang terus tumbuh dan berkembang sehingga sampai saat ini batik telah menjadi kekayaan Nasional yang bernilai tinggi.

Batik yang merupakan khasanah budaya asli Indonesia, sudah seharusnya kita sebagai pewaris menjaga kelestariannya. Apalagi Batik Indonesia sudah mendapat pengakuan dunia dari UNESCO dengan proses panjang satu tahun silam tepatnya 2 Oktober 2009. Ini merupakan penghargaan terhadap Batik Indonesia.

Mewujudkan cita-cita untuk membangun sebuah museum Batik, dimana batik-batik dari seluruh nusantara disatukan untuk dinikmati masyarakat luas, sudah menjadi rencana dan program Yayasan Batik Indonesia (YBI) sejak berdiri tahun 1996.

Bekerja sama dengan Museum Tekstil Jakarta, pada peringatan satu tahun Hari Batik Nasional 2 Oktober 2010, Galeri Batik yang merupakan embrio Museum Batik diresmikan berkat usaha dan jerih payah para pengurus YBI serta bantuan dan dorongan berbagai stake holder yang peduli.Dimana galeri ini menempati di salah satu gedung Museum Tekstil Jakarta.

Batik merupakan identitas bangsa Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Jika dahulu, Batik hanya digunakan terbatas oleh kalangan tertentu , kini keberadaan batik digunakan oleh semua kalangan.

Keberadaan Galeri Batik yang menyatu dengan Museum Tekstil, dapat
menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat tanpa terkecuali. Dengan adanya Galeri Batik ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mencintai seni dan budaya sendiri.

Galeri Batik Indonesia yang menempati salah satu gedung Museum
Tekstil Jakarta memiliki luas bangunan 405 meter persegi yang terdiri dari 9 ruangan yang memamerkan barbagai jenis batik dari seluruh Indonesia.

Ruang-ruang itu terdiri dari lobby, grand entrance gate, ruang display 1-6, ruang sejarah batik dan batik kuno, serta ruang alat batik dan multimedia. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Pengunjung bisa datang dan melihat koleksi Batik Indonesia

setiap hari mulai pukul 09.00-15.00 WIB, kecuali hari Senin dan libur nasional. Untuk tiket masuk ke museum sangatlah terjangkau, paling mahal tidak lebih dari Rp2.000 rupiah per-orang.

Galeri Batik menyajikan 120-126 koleksi Batik dari berbagai produsen seluruh Indonesia yang diproduksi dari tahun 1900-2009. Koleksi – koleksi yang ditampilkan meliputi kain, pakaian, kerajinan tangan,  penghias ruang, dan lain-lain.

Koleksi Batik yang ada, merupakan upaya YBI untuk mengumpulkannya dan sumbangan dari pecinta Batik seperti Santoso Dullah-Danar Hadi, Paguyuban Sekar Jagad Yogyakarta, Afif Syakur dan para pemerhati batik seperti Ibu Haryanto Danutirto, Ibu Sintowati S, Wironagoro, Ibu Asmoro Damais, Ibu Astuti Yamin dan para pengurus YBI.

Ada 600 koleksi kain Batik yang berasal dari Jawa Barat (Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis), Jawa Tengah Pedalaman (Solo, Yogyakarta, Bantul, Wonogiri, Banyumas, Kebumen), Jawa Tengah Pesisiran (Tegal, Pekalongan, Kedungwuni, Lasem, Demak, Rembang), Jawa Timur (Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Pacitan, Madura), dan Sumatera (Bengkulu, Jambi, Palembang, Riau, dan Aceh) yang akan dirotasi dalam periode tertentu.Terbatasnya ruang galeri yang ada menyebabkan galeri ini hanya mampu menampilkan 120 hingga 126 koleksi dari sekitar 600 koleksi yang ada. Namun demikian pengunjung tetap dapat menikmati keseluruhan koleksi karena galeri ini menerapkan sistem rotasi setiap tiga bulan sekali.

Untuk menjaga kualitas Batik yang dipamerkan dalam galeri ini, sebagian besar koleksi telah dimasukkan kedalam show case guna mencegah kontak langsung dengan tangan. Disamping itu, penerangan yang digunakan dalam galeri-pun telah menggunakan soft light mengingat batik memiliki kepekaan terhadap cahaya dan panas.

Kehadiran Galeri Batik yang kelak dikembangkan menjadi Museum Batik Indonesia diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kecintaan dan pelestarian kekayaan budaya, tapi juga sebagai tempat pendidikan, pelatihan, workshop, seminar, dan objek wisata.

Galeri Batik ini merupakan embrio langkah awal untuk memiliki Museum Batik. Karena nantinya akan mengalami penambahan koleksi dan juga akan terbatasnya ruang. Maka dari itu pemerintah merencanakan di tahun 2014 membangun Museum Batik terbesar di dunia.