Berwisata belanja atau sekedar berjalan-jalan menyusuri Kampung Batik Kauman mungkin akan sedikit merasakan nuansa yang sama ketika menyusuri Kampung Batik Laweyan. Sama-sama terdapat gang-gang sempit yang dihimpit oleh bangunan-bangunan tua dan tinggi. Namun bedanya, Kampung Batik Kauman lebih kecil wilayahnya dibandingkan dengan Kampung Batik Laweyan. Untuk menyusuri gang-gang sempit di Kampung Batik Kauman kita hanya bisa berjalan kaki, bersepeda, menaiki becak, atau dengan bersepeda motor. Meskipun demikian, Sentra Batik Kauman bisa dijadikan alternatif wisata belanja batik ketika mengunjungi kota Solo.
batik sarimbit pekalongan
Kampung Batik Kauman merupakan segelintir sejarah dari perpindahan Kraton Kasunanan yang dahulunya adalah Kraton Kartasura. Konon, Kauman adalah tempat sekumpulan ulama yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat seperti penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto, dan kaum. Keberadaan kaum iniah yang mendasari pemilihan nama “kauman” untuk kawasan ini.
Kraton Kasunanan memberikan latihan secara khusus kepada masyarakat kaum (abdi dalem) untuk membuat batik berupa jarik, selendang, dan sebagainya. Hal inilah yang menginsipirasi penduduk kauman untuk melestarikan warisan batik dari Ndalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dengan dibekali keahlian membatik dari Kraton Kasunanan tersebut, masyarakat kauman dapat menghasilkan karya batik yang berhubungan langsung dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga kraton.
Kampung Batik Kauman terbagi menjadi 2 kawasan, yaitu kawasan luar dan kawasan dalam. Di bagian kawasan luar kampong ini didominasi oleh wargaChina, sedangkan di bagian kawasan dalam merupakan penduduk asli Solo yang meneruskan serta melestarikan industri batik warisan orang tuanya. Sekilas tampak dari luar hanya terdapat bangunan pertokoan dan perkantoran. Namun jika masuk ke dalam, atmosfer sebuah sentra pembuatan batik akan terasa.
Patung membatik di gang masuk Kampung Batik Kauman.
Di pintu masuk Kampung Batik Kauman terdapat pemandangan yang cukup menarik dan unik. Patung membatik bertuliskan “Solo Kota Pariwisata” dan juga beberapa jenis batik di pajang rapi dengan ditambah tulisan “Welcome” atau Selamat Datang. Sangat pas dengan keadaan kota ini yang kental akan seni dan budaya serta salah satukotadi Jawa yang merupakan penghasil batik terbesar dan terkenal.
Memasuki Kampung Batik Kauman, kita akan menjumpai rumah-rumah yang sebagian besar kini telah menjadi home industri batik lengkap dengan etalase berisi aneka produk batik. Kampung ini terdiri sekitar 20-30an home industri yang menyediakan aneka ragam batik. Di sini, para wisatawan tidak hanya disuguhkan berbagai macam batik dari masing-masing home industri. Selagi bertransaksi dan mencuci mata, pengunjung/wisatawan juga dapat melihat secara langsung kegiatan membatik, mengetahui proses pembuatan dan pengolahan batik, bahkan mencoba sendiri untuk mempraktekkan membatik.
Kampung Batik Kauman memiliki produk batik unggulan, yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap, dan model kombinasi antara batik tulis dan cap. Batik tulis motif pakem sendiri banyak dipengaruhi oleh seni batik Kraton Kasunanan. Ciri khas lain batik Kampung Kauman ini adalah berwarna kecoklatan atau kehitaman. Bahan pembuatannya berasal dari sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisina dan prima, serta rayon. Di Kampung Batik Kauman, kita juga akan merasakan nuansa religius. Kita seperti merasakan kehidupan muslim di masa lalu. Terselip di antara toko batik, kita bisa mendapati toko-toko yang menjual benda-benda bernuansa Islam seperti sajadah, tasbih, buku-buku Islami, dan aneka hiasan dinding bernuansa Islam lainnya.
Penunjuk arah di Kampung Batik Kauman.
Kampung Batik Kauman juga memiliki keunggulan di bidang lokasi. Selain strategis, kampung ini terletak sangat dekat dengan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Alun-alun, Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo, Beteng Trade Center, dan juga di jalan utama Solo yaitu Slamet Riyadi. Jadi sangat mungkin apabila Kampung Batik Kauman menjadi salah satu alternatif kunjungan para wisatawan asing maupun domestik. Jangan takut jika tersesat di dalam gang-gang sempit di kampung ini, karena di setiap sudut terdapat penunjuk arah yang memudahkan kita untuk mencari jalan.
Salam Batik Lovers www.batikmuda.com @BatikMudaID