Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan ASEAN Korea Centre (AKC) menyelenggarakan kegiatan adaptasi produk di Klaten, Jawa Tengah, pada 20-21 November 2012.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jumlah pelaku ekspor khususnya UKM potensial serta meningkatkan daya saing produk UKM tersebut agar sesuai standar ekspor di pasar negara tujuan” 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jumlah pelaku ekspor khususnya UKM potensial serta meningkatkan daya saing produk UKM tersebut agar sesuai standar ekspor di pasar negara tujuan.
Kegiatan adaptasi produk ini merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama kedua belah pihak untuk mengembangkan produk-produk potensial ekspor Indonesia yang masih memerlukan pendampingan, khususnya untuk memperoleh informasi pasar, se ntuhan desain, teknologi dan kemasan.
“Kami memilih produk batik warna alam karena besarnya potensi produk tersebut di Indonesia serta mengikuti tren pasar saat ini yang lebih memilih produk ramah lingkungan,” ujar Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Kementerian Perdagangan, Parluhutan Tado Sianturi, mewakili Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional dalam siaran pers Rabu (21/11/2012).
Dipilihnya Klaten, khususnya Kecamatan Bayat, sebagai tempat pelaksanaan kegiatan karena daerah tersebut merupakan contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pola kluster dan kemitraan. Saat ini terdapat sekitar 200 produsen yang terbagi dalam 5 kelompok besar yang masing-masing mempunyai perwakilan sebagai anggota Tim Promosi Desa.
Pada tahun 2011, para produsen batik di Kecamatan Bayat berkesempatan mendapatkan pendampingan dari Clean Batik Initiative dari Indonesian-German Chamber of Commerce yang mengenalkan lebih jauh tentang pemakaian produk yang ramah lingkungan, sehat dan bebas polusi. Menurut Kepala BBPPEI, kegiatan ini sangat penting dan strategis untuk pengembangan batik warna alam.
Sekretaris Jenderal AKC, Hae Moon Chung, datang ke Klaten untuk menghadiri workshop adaptasi produk sekaligus melihat pengembangan batik warna alam. AKC juga membawa para tenaga ahli di bidang warna alam, desain, pemasaran dan industri fesyen.
“Kami berharap informasi yang disampaikan oleh para tenaga ahli kepada para UKM Klaten akan bersifat komprehensif sehingga ke depan produk warna alam yang dihasilkan dapat sesuai dengan selera dan standar internasional khususnya untuk pasar di Korea Selatan,” tambahnya. 
Salam Batik Lovers www.batikmuda.com @BatikMudaID