Tak kurang dari 20 komunitas seni budaya dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Solo, digandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta untuk merumuskan desain batik khas Solo.
batikmuda
Hal itu dilakukan, setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menominasian Solo masuk dalam jaringan Kota Kreatif Dunia (World Creative City). Penjaringan itu diadakan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Solo diusulkan sebagai nominator bersama Yogyakarta dan Bandung.
Kepala Disbudpar Widdi Srihanto mengatakan, perumusan desain batik khas Solo merupakan tindak lanjut workshop yang diadakan Kemenparekraf beberapa waktu lalu. “Komunitas yang kami gandeng juga sudah menyatakan komitmennya. Ini akan jadi modal untuk maju dalam nominasi itu,” kata Widdi.
Menurutnya, Solo diusulkan sebagai nominator kota kreatif di bidang desain. Hal itu didasari kekayaan desain batik Solo, baik desain klasik maupun desain gaya baru.
“Untuk desain, banyak yang bisa digali di Solo. Kami fokus ke desain batik, karena ini akan memantapkan Solo sebagai ibukotanya batik,” tandasnya.
Dia menambahkan, hasil desain akan dituangkan dalam materi proposal untuk dikirim ke Unesco. Dokumen tersebut nantinya akan diverifikasi ke lapangan oleh perwakilan Unesco.

di kutip dari : 
Suara Merdeka 
Salam Batik Lovers www.batikmuda.com @BatikMudaID